13 jenis umbi di Indonesia

Indonesia memiliki banyak jenis umbi dan merupakan salah satu produk utama dengan harga bersahabat. Namun, banyak orang tidak menyadari manfaat dari sumber makanan yang satu ini.

Pada kesempatan ini, penulis akan menjelaskan jenis dan sifat umbi.

Banyak orang berpikir bahwa umbi-umbian hanyalah singkong dan ubi. Padahal, ada banyak jenis umbi yang sering kita jumpai. Apakah Anda ingin tahu sesuatu Lihat penjelasannya di bawah ini!

  1. Bawang

Siapa yang mengira bawang itu sejenis umbi? Selain itu, bawang bombai tidak digunakan sebagai cemilan seperti umbi yang biasa kita kenal. Bawang biasanya hanya digunakan sebagai suplemen atau sebagai bumbu. Namun, umbi sebenarnya merupakan bagian dari tanaman yang ada dan hidup di bawah tanah. Jadi tidak apa-apa jika bawang diklasifikasikan sebagai umbi.

Bawang itu sendiri juga terdiri dari beberapa jenis. Diantaranya adalah bawang putih, bawang merah, bawang merah, dan daun bawang.

  1. Wortel

Selain bawang, wortel juga membuktikan bahwa umbi tidak selalu identik dengan karbohidrat. Ada juga jenis umbi yang tinggi serat. Bawang oranye panjang biasanya ditemukan dalam campuran sup sayuran. Selain itu, wortel sering digunakan sebagai jus segar dan sehat.

  1. Jicama

Dilihat dari bentuk dan warnanya, kita dapat langsung mengenali umbi ini. Ya, ubi memiliki bentuk karakteristik yang menyerupai gasing. Bagian luar berwarna putih kekuningan, sedangkan bagian dalamnya berwarna putih murni.

Yam biasanya digunakan sebagai campuran dalam selada. Tapi ubi juga bisa dimasak, lho. Mulai dari digoreng, digoreng, hingga dipanggang.

  1. Kentang

Jenis umbi ini juga memiliki bentuk khas yang bulat tidak beraturan. Permukaan luar berwarna coklat sedangkan bagian dalamnya berwarna kuning. Kentang adalah jenis bawang yang paling sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang Anda lihat, kentang sering digunakan dalam makanan. Sebagai campuran sup, balado dan pangsit.

Selain itu, kentang sering digunakan sebagai aneka camilan gurih dan manis. Ini termasuk keripik kentang, kentang goreng, kroket, dan donat kentang.

PHILIPS 2115 Blender sangat cocok untuk memproses bahan makanan. Hingga 2 liter, dilengkapi dengan 4 bilah ultra-tajam, panjang dan tahan karat. Dapat memotong dan mencampur buah, sayuran, bumbu dan daging dengan sempurna dan merata. Lima tombol multi-kecepatan membantu mencampur pada kecepatan yang berbeda tergantung pada bahan yang perlu dihaluskan. Dilengkapi dengan kunci pengaman dan aman, tidak bisa dipecahkan, dijamin aman saat pencampuran.

  1. Ubi jalar

Nah, umbi ini sering disebut ubi. Ada banyak jenis ubi jalar di Indonesia yang bisa kita temui. Mulai dari ubi putih, ubi oranye, ubi Cilembu hingga ubi ungu. Namun, bentuknya cenderung sama, yaitu oval dan terkandung. Umumnya secara garis besar, semua jenis ubi memang terasa manis. Karena itu, banyak menggunakannya sebagai campuran dalam makanan manis. Misalnya seperti es krim, donat dan berbagai jenis kue. Ubi jalar juga bisa dimakan segera setelah dikukus.

  1. Singkong

Umbi ini dikenal sebagai singkong atau singkong. Soalnya, permukaan singkong berwarna coklat seperti kayu. Selain itu, permukaannya terasa lebih keras daripada kentang manis. Berbeda dengan ubi yang terlihat gemuk, singkong terlihat lebih ramping. Selain hal tadi singkong dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan. Mulai dari makanan asin hingga manis. Misalnya suka masak singkong, getuk, singkong goreng, hingga keripik singkong.

  1. Talas

Jika dibandingkan dengan singkong talas cenderung berbeda. Namun, rasa talas agak ringan, sehingga tidak terlalu enak bila dikonsumsi langsung. Biasanya talas kukus bisa mendapatkan campuran gula merah cair. Kabar baiknya adalah talas cocok untuk berbagai persiapan makanan. Ini termasuk keripik, es krim, puding dan berbagai jenis kue. Warna ungu Taro tidak hanya lezat, tetapi juga membuat makanan terlihat lebih menarik. Tapi untuk makanan gurih seperti kentang goreng, Anda harus menggunakan talas putih, ya!

  1. Suweg

Nah, umbinya, yang namanya berasal dari Jawa, cukup besar. Oleh karena itu, ini disebut Elephant Foot Yam dalam bahasa Inggris. Di wilayah Jawa Tengah, Suweg sering digunakan sebagai pengganti perjalanan. Cukup dimasak sampai mendidih, suweg siap dimakan. Kandungan gula di Suweg juga rendah. Jadi ini bisa dilakukan bagi kita yang sedang menjalani program diet.

  1. Gadung

Jika Anda dari Kuningan, Anda harus terbiasa dengan bohlam yang satu ini. Memang, ubi sering diolah menjadi kentang goreng dan oleh-oleh khas Kuningan. Rasa hangatnya pas untuk kita yang suka ngemil. Selain itu, ubi juga bisa dikonsumsi setelah dimasak, seperti yang Anda tahu. Jika Anda melihat Yam yang belum diproses, kami akan segera mengingat Sirsak. Karena permukaan ubi memiliki duri tumpul. Tapi ubi berwarna seperti ubi.

Gadung adalah jenis umbi yang beberapa orang sering gunakan sebagai keripik untuk makanan ringan dan sebagai jenis bisnis yang menjanjikan.

  1. Canna

Jika Anda tidak tahu, kami mungkin berpikir bahwa Canna adalah Lengkuas. Ini mirip, tetapi permukaan kananya bersisik. Berbeda dengan lengkuas, ini lebar. Ganyong sendiri adalah umbi yang bisa digunakan sebagai bahan pokok. Selain itu, Canna juga bisa diolah menjadi kerupuk. Canna memiliki rasa dan tekstur yang mirip dengan kentang manis.

  1. Uwi

Seperti Yam, Uwi berukuran besar dan berduri. Perbedaannya adalah bahwa uwi bukan hanya satu jenis. Ada Uwi putih, gading dan ungu. Rasa bawang Uwi agak hambar, tetapi teksturnya lembut. Kita bisa meredam uwi dan mengisinya.

  1. Gembil

Umbi Gembili, hampir berbentuk seperti tabung. Sayangnya, umbi ini tidak terlalu populer. Gembili biasanya dikonsumsi di daerah Gunung Kidul. Ada banyak cara untuk memprosesnya. Mulai dari mengukus, memasak, memanggang hingga terbakar.

  1. Garut

Dalam bahasa Inggris, umbi ini disebut garut karena terlihat seperti lengkungan. Garut memiliki tekstur yang lembut dan mudah dicerna. Selain itu, garut juga memenuhi lho. Jadi kita bisa mengkonsumsinya sebagai pengganti beras. Akar panah juga dapat digunakan sebagai bahan baku keripik, dodol, dan kue jarum suntik.

Wow, ternyata ada banyak umbi di Indonesia yang sering kita temui. Umbi ini memiliki berbagai tekstur dan rasa. Karena itu, penggunaannya dalam memasak juga bervariasi. Mulai dari makanan pokok, campuran sup, makanan ringan hingga berbagai jenis kue. Umbi apa yang paling Anda sukai?

Sekarang mungkin cukup untuk kali ini untuk membahas jenis dan sifat umbi. Semoga apa yang penulis katakan ini dapat bermanfaat.

Bagi kalian yang ingin mengetahui lebih jeuh mengenai jenis umbi-umbian yang ada di Indonesia silahkan kunjungi situs resmi kami di: Jendralgaram.com

Terima kasih banyak

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*